Pelaksanaan Inseminasi Buatan

Pelaksanaan inseminasi buatan atau kawin suntik terdiri dari tiga tahap, yaitu:

  • penampungan semen,
  • pengenceran semen,

Untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan, perlu dipersiapkan peralatan untuk menampung semen dan alat suntik serta bahan pengencer semen. Alat penampung semen yang paling baik dan praktis berupa tabung reaksi. Bahan mudah diperoleh di toko-toko alat-alat laboratorium atau apotek. Selain itu, dapat juga menggunakan gelas kecil. Hindari penggunaan wadah yang besar karena menyulitkan saat memindahkan semen ke alat suntik mengingat produksi semen ayam sangat sedikit, sekitar 0,3—1,0 ml setiap penampungan.

Alat suntik untuk inseminasi berupa alat suntik ayam (spuit) yang mudah diperoleh di toko peralatan laboratorium, apotek, atau poultry shop. Hanya saja, perlu dilakukan penggantian jarum dengan selang kecil, sedikit lebih kecil daripada sedotan minuman. Alat tersebut memudahkan dalam pemasukan semen ke dalam alat kelamin ayam betina.

Penampungan semen

Penampungan semen dilakukan oleh dua orang. Seorang memegang ayam jantan yang akan ditampung semennya dan seorang lagi melakukan pengurutan untuk mengeluarkan semen dari alat kelamin ayam, sekaligus menampungnya.

Cara memegang ayam

  • Pegang ayam jantan dengan tangan kiri pada daerah sekitar paha. Kemudian, dekap ayam di antara ketiak dan badan pemegang dengan posisi tubuh ayam menghadap ke belakang dan ekor ayam ke arah depan.
  • Pegang ekor ayam dengan tangan kanan dan singkapkan ke arah atas sehingga bagian kloaka tampak jelas.
  1. Cara penampungan semen
  • Pegang ekor dengan tangan kiri dan tekan otot ekor ke arah atas sehingga kloaka tampak jelas. Letakkan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri pada posisi yang sesuai unruk memerah semen pada saat yang tepat.
  • Pegang tabung penampung dengan tangan kanan di antara jari tengah dan telunjuk. Dengan tangan kanan pula, lakukan pengurutan pada daerah ujung ekor, tepat di bawah tulang pubis dengan ibu jari dan jari telunjuk. Pengurutan dilakukan dengan cepat dan kontinu sampai pejantan memberikan respon dengan mengeluarkan papilae dari kloaka. Pada saat itu, ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri dan kanan bekerja bersama memerah keluar semen sampai refleks ejakulasi menghilang.
  1. Cara pengenceran semen
  • Produksi semen setiap pemerahan dari seekor pejantan sekitar 0,3—1,0 ml. Untuk keperluan inseminasi, 0,05— 0,1 ml telah memberikan hasil yang baik. Oleh karena dosis sangat sedikit, untuk memudahkan inseminasi dilakukan pengenceran semen terlebih dahulu sehingga dosisnya dapat ditingkatkan untuk memudahkan pengukurannya.
  • Pengenceran dilakukan setelah semen ditampung. Bahan pengencer berupa larutan NaCl fisiologis atau aqua bidest. Hasil yang baik diperoleh pada pengenceran 1:1. Agar campuran merata, alat penampung digoyang, jangan menggunakan alat pengaduk karena akan merusak kualitas sperma.
  • Setelah diencerkan 1: 1 maka dosis semula 0,05— 0,10 ml menjadi 0,1— 0,2 ml. Dengan demikian, bila semen seekor pejantan yang ditampung 0,3—1,0 ml, cukup untuk inseminasi 5—10 betina.

Di udara terbuka, sperma ayam hidup dalam jangka waktu terbatas. Sebaiknya, semen digunakan sebelum lebih dari 30 menit setelah penampungan. Hasil yang baik diperoleh tidak lebih dari 15 menit setelah penampungan.

Di dalam alat kelamin betina, sperma mampu bertahan hidup sekitar 2-3 minggu. Semakin lama, kemampuan membuahi sel betina (ovum) semakin menurun. Hasil pembuahan yang baik (daya tunas) diperoleh sampai satu minggu setelah inseminasi. Oleh karena itu, inseminasi dapat dilakukan satu minggu sekali pada setiap betina. Namun, bila dosis yang digunakan rendah, sebaiknya inseminasi dilakukan dua kali setiap minggu.

Penampungan semen dari seekor pejantan dapat dilakukan setiap hari. Untuk menjaga kualitas sperma tetap baik pada setiap pemerahan, berikan pakan sesuai kebutuhan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Oleh karenanya, dalam satu minggu, seekor pejantan menghasilkan semen untuk inseminasi 35-70 betina. Dengan inseminasi buatan, hanya diperlukan sedikit pejantan untuk menghasilkan telur tetas untuk produksi bibit anak ayam.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Admin - May 21, 2016 at 6:36 am

Categories: Tips   Tags:

Perkawinan Buatan Atau Inseminasi Buatan

Perkawinan Buatan Atau Inseminasi Buatan

Di dalam dunia peternakan proses perkembang biakan memang selalu di utamakan khususnya pada ternak unggas (ayam) semakin banyak unggas yang berkembang biak semakin besar pula pendapatan yang di terima oleh para peternak. Perkawinan Ayam Secara Alami memang di butuhkan tetapi bagi para produsen besar cara ini kurang efektif maka dari itu para produsen besar sering menggunakan metode Perkawinnan Buatan yang dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Kawin buatan yaitu perkawinan antara unggas betina dan jantan dengan bantuan manusia dan  enggunakan alat. Alat inseminasi disebut insemination gun. Kegiatan inseminasi meliputi penampungan semen dari pejantan dan penetrasi semen pada organ reproduksi betina.

namun perkawinan buatan pun mempunyai kekurangan dan kelebihan tersendiri berikut ini kami akan memberikan unformasi mengenai kelebihan dan kekurangan jika peternak menggunakan metode Inseminasi buatan atau perkawinnan buatan berikut adalah :

Keuntungan

  • Fertilitas telur tinggi.
  • Seleksi lebih mudah dilakukan karena recording individu dapat dilakukan dengan mudah sehingga sangat sesuai digunakan untuk peningkatan mutu generik ternak.
  • Tidak butuh pejantan banyak sehingga lebih ekonomis.
  • Menghindari tertularnya penyakit akibat kontak langsung.
  • Memungkinkan dilakukan kawin silang (secara alami sulit dilakukan).

Kerugian

Kerugian atau kelemahan inseminasi buatan hampir tidak ada, hanya saja diperlukan pengetahuan dan keterampilan inseminator. Hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

  • Perlu tenaga kerja tambahan untuk pelaksanaan penampungan semen dan inseminasi. Hal itu bukan merupakan kendala serius karena asalkan pelaksanaannya diprogram dengan baik, tidak mengganggu pemeliharaan ayam secara keseluruhan.
  • Kualitas semen ayam cepat menurun pada kondisi alami di udara terbuka. Sampai saat ini, belum ada metode praktis untuk mengawetkan semen ayam seperti yang biasa dilakukan pada semen ternak besar. Oleh karena itu, inseminasi tidak dapat ditunda-tunda harus segera dilaksanakan setelah semen ditampung.

sedikit tips untuk mendapatkan keturunnan yang bagus. bibit merupakan faktor terpenting unutuk mendapatkan keturunan yang bagus semakin bagus indukan semakin baik juga hasil yang di dapat maka dari itu sebelum melakukan perkawinan buatan cari lah induk yang baik.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Admin - May 21, 2016 at 4:42 am

Categories: Peternakan   Tags:

Perkawinan Ayam Secara Alami

Perkawinan Ayam Secara Alami

Kawin alam yaitu perkawinan antara unggas jantan dan betina secara alami tanpa bantuan manusia secara langsung biasanya dalam satu kandang terdapat 1 pejantan dan 5 betina ada kelebihan dan kekurangan jika para peternak melakukan pembudidayaan memakai cara ini berikut ini kelebihan dan kelemahan perkawinan secara alami yaitu :

Kebaikan

  • Tidak membutuhkan banyak curahan tenaga kerja.

Kelemahan

  • Fertilitas rendah.
  • Apabila tidak memperhatikan nisbah kelamin, terjadi perebutan pejantan maupun betina.
  • Suiit dilakukan seleksi karena potensi individual sulit diketahui.
  • Mudah terjadi penularan penyakit akibat kontak langsung.
  • Membutuhkan banyak   pejantan   sehingga   tidak ekonomis.

Ada tiga metode kawin alam, yaitu flock mating, penmating, dan stud mating.

a) Flock mating atau perkawinan kelompok, yaitu perkawinan antara sekelompok pejantan dengan sekelom-pok betina. Hal yang haus diperhatikan yaitu nisbah kelamin atau sex ratio (misalnya, nisbah kelamin jantan dan betina pada ayam tipe ringan l : 15—20; dwiguna 1: 10—15; tipe berat 1 : 8-12. Selain itu, juga perlu diperhatikan keseragaman umur, ukuran tubuh, dan persaingan antar pejantan.

b) Penmating, yaitu perkawinan antara satu pejantan dengan sekelompok betina. Fertilitas telur lebih rendah daripada flomating, yaitu sekitar 67%. Perilaku unggas jantan secara alami lebih suka pada satu betina pada tingkat sosial sedang/tidak dominan. Dampaknya, terjadi perebutan pejantan/persaingan antarbetina, suasana gaduh, dan banyak betina tidak terkawini sehingga fertilitas telur secara kumulatif rendah. Oleh karena itu, nisbah kelamin, umur, dan ukuran tubuh menjadi pertimbangan penting.

c) Stud mating, yaitu perkawinan antara satu pejantan dengan satu betina. Fertilitas telur tinggi, tetapi butuh pejantan dan curahan tenaga lebih banyak.

KUNJUNGI JUGA >> Seleksi Anak Ayam Yang Baru Menetas

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Admin - May 21, 2016 at 4:00 am

Categories: Peternakan   Tags:

Seleksi Anak Ayam Yang Baru Menetas

Seleksi Anak Ayam Yang Baru Menetas2

Seleksi anak ayam yang baru menetas merupakan pemisahan antara anak ayam yang baik dengan yang tidak baik kondisinya. Anak ayam yang baik dapat dikelola lebih Ianjut, sedangkan yang buruk harus diapkir. Hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi yaitu kesehatan dan cacat fisik anak ayam.

1)    Kesehatan anak ayam

Anak ayam yang sehat dicirikan dengan mata yang ber-sinar serta bulu halus dan kering. Anusnya tidak terdapat kotoran yang menempel. Selain itu, gerakannya lincah.

2)   Cacat fisik

Anak ayam normal tidak memiliki kelainan fisik, seperti kaki bengkok, jari kaki kurang, dan paruh bengkok.

Bersamaan dengan seleksi, dilakukan pula sexing (penentuan jenis kelamin). Sexing dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan metode buka kloaka, perbedaan warna bulu, dan perbedaan panjang bulu sayap.

Metode buka kloaka (vent methode)

Metode buka kloaka lazim dilakukan pada anak ayam atau itik umur satu hari. Apabila kloaka anak ayam dibuka, akan terlihat perbedaan antara jantan dan betina. Pada kloaka ayam berjenis kelamin jantan, terlihat tonjolan kecil, sedangkan pada betina tidak ada. Oleh karena tonjolan sangat kecil, kadang sulit diamati. kecuali bagi yang telah berpengalaman.

Seleksi Anak Ayam Yang Baru Menetas

Metode perbedaan   warna   bulu   (autosexing methode)

Cara ini sudah umum dilakukan pada ayam ras ketika anak ayam berumur satu hari. Pada ayam kampung dan ternak unggas lainnya masih jarang dilakukan. Pada burung puyuh (Coturnix coturnixjaponica), cara ini dapat dilakukan, tetapi setelah burung puyuh berumur 2—3 minggu, saat bulu tumbuh lengkap. Burung puyuh betina, bulu dada berwarna dasar cokelat dengan bintik-bintik hitam, sedangkan puyuh jantan bulu dada hanya berwarna cokelat polos. Berbagai metode sexing disajikan pada Gambar 4.8, 4.9, 4.10, dan 4.11.

Metode perbedaan panjang bulu sayap anak ayam pada umur satu hari

  • Cara ini dilakukan pada anak ayam umur satu hari.
  • Perbedaan suara jantan-betina. Sering dilakukan pada anak itik. Itik jantan bersuara keras dan scrak, sedangkan yang betina rendah dan halus.
  • Perbedaan kasar-halusnya bulu, sering dilakukan pada anak itik.

BACA JUGA >> Pengeluaran Anak Ayam Dari Mesin Tetas

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Admin - May 21, 2016 at 3:23 am

Categories: Peternakan   Tags:

Pengeluaran Anak Ayam Dari Mesin Tetas

Pengeluaran Anak Ayam Dari Mesin Tetas

Biasanya, dalam suatu penetasan tidak seluruh telur menetas secara bersamaan dan banyak pasti ada juga telur yang gagal menetas. Banyak factor yang mempengaruhi telur gagal menetas beberapa factor telur gagal menetas karena pemilihan kualitas telur yang kurang baik kualitas telur sangat berperan penting untuk penetasan ada juga dari factor perawatan selama penetasan kita juga harus perhatikan Cara Memasukkan Telur Ke Dalam Mesin Penetas Telur.

Anak ayam yang menetas jangan tergesa-gesa untuk dikeluarkan dari mesin tetas. Biarkan dahulu sampai bulunya ayam DOC kering dan dapat berdiri tegak untuk mencegah terjadinya cacat. Setelah dikeluarkan dari mesin tetas, tempatkan anak ayam pada boks atau kotak kardus yang telah disiapkan.

Berikan air minum segera, sedangkan pakan belum perlu untuk diberikan. Anak ayam tahan tidak makan sampai 48 jam setelah menetas karena memiliki cadangan makanan, berupa sisa kuning telur dalam rongga perut. Air minum perlu segera diberikan untuk nienggantikan cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi selama pengeringan bulu di dalam mesin tetas. Telur yang belum menetas ditunggu selama 12 jam sejak telur pertama menetas.

Apabila lebih lama dari waktu tersebut, akan menghasilkan ayam yang kondisinya lemah sehingga tidak baik untuk dipelihara. Pada perusahaan penetasan komersial, lama penetasan ditetapkan 500 jam. Setelah diketahui jumlah telur yang menetas dan tidak, keberhasilan penetasan dapat diketahui dengan menghitung daya tetas.

Setelah diketahui jumlah telur yang menetas dan tidak maka keberhasilan penetasan dapat dihitung dengan cara menghitung daya tetas (hatchability).Untitled-2

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Admin - May 21, 2016 at 2:36 am

Categories: Peternakan   Tags:

Next Page »